Tagged: Traveling Bali

Traveling Bali part 4 (end)

Seri Traveling Bali part 4 menjadi seri terakhir nih, setelah Traveling Bali part 1Traveling Bali part 2Traveling Bali part 3Traveling Bali part 3a.

Oke, hari ke 4 saya dan istri di Bali dilanjut ke arah timur. Tujuan kali ini adalah Sanur dan Pusat oleh oleh Bali di pasar seni Sukowati. Perjalanan pertama menuju ke Sanur dahulu, habis itu baru berburu oleh oleh di Sukowati. Perjalanan ke Sanur tidak membutuhkan waktu lama, karena memang dekat dengan tempat kami menginap di Tune Hotels Legian.

SanurSeperti pantai pantai khas Bali, Sanur menyajikan pemandangan pasir putih dan air laut yang membiru. Ombak di Sanur tidak sebesar di Pantai Kuta. Terdapat persewaan kapal untuk mengitari kawasan pantai Sanur ini. Sayangnya saya dan istri tidak menikmati itu. Saya dan istri hanya ber foto2 di sekitar pantai, sambil menikmati Jagung bakar + es degan yang nikmaaattt..

Kenyang makan jagung bakar, saya dan istri bergegas menuju parkiran motor untuk melanjutkan perjalanan ke Sukowati. Melihat peta perjalanan ke Pasar Seni Sukowati lumayan juga jauhnya. Kurang lebih 45 menit perjalanan , kami pun sampai di daerah Sukowati. Sempat bertanya ke Polisi karena bingung antara Pasar Sukowati lama dan baru. Akhirnya dari penjelasan pak Polisi, saya dan istri terus aja menuju ke Pasar Sukowati lama. Makasih ya pak polisi atas info nya :)

Pasar Sukowati baliKawasan pasar oleh oleh terkenal di Bali ini hampir hampir mirip dengan Pasar Beringharjo di Yogyakarta. Banyak sekali jenis oleh2 khas yang siap di bawa pulang. Mulai sandal, baju, aksesoris, kaos, sampai gantungan kunci. Pokoknya pinter pinter nawar dagangan deh. Biasakan menawar 50% dari harga yg ditawarkan penjual. Biasanya kena di 70% harga jual. Jadi misal harga nya 100ribu, tawar dulu 50ribu. Nah mentok harga nya 75ribu saja, diluar itu tinggalkan saja cari yang lain.

Puas berkeliling membeli oleh oleh, mampir beli Bakso di deket parkiran motor. Wah ternyata Bakso di Bali nikmat juga, iseng nanya ke penjual ternyata emang orang Jawa Timur hahaha.. Pantas rasanya seperti Bakso di Surabaya. kenyaang, akhirnya saya dan istri kembali ke Legian. Lumayan banyak juga oleh oleh dari Sukowati yang dibeli istri. maklum beliin sodara, adik, ayah,ibu, ponakan walaahahaha..

Monumen Bom Bali LegianHari ke 5 dan ke 6 kami habiskan untuk jalan jalan di sekitar Legian. Dari monumen Legian tempat bom Bali dahulu. Turut berduka untuk semua korban yang meninggal. Saya dan istri pun sempat mengabadikan foto di monumen tersebut. Kemudian lanjut lagi ke selatan menuju Mall mall yang berdiri megah seperti Discovery dan kawasan belanja Kuta square.

Dan akhirnya di hari ke 7, saat nya saya dan istri meninggalkan Bali. Traveling Bali yang berkesan bagi kami, dan berjanji suatu saat nanti akan ke sana lagi. Dan ternyata Oktober 2013 nanti, saya akan kembali mengunjungi Bali bersama istri dan putri kecil kami Naura. Tiket Pesawat, Hotel dan Planning rekreasi sudah beres semua,pokoknya tinggal berangkat. Rasanya sudah ngga sabar, ingin cepat cepat ke Bali.

Bali…kami segera datang kembali. See u very very soon :D

Traveling Bali part 3a : Tune Hotels

Hahaii…Traveling Bali part 3a ini merupakan Story Added dari keseluruhan Traveling Bali. Yang ketinggalan dengan part part sebelumnya , bisa di cek di sini : Traveling Bali part 1, Traveling Bali part 2 dan Traveling bali part 3.

Tune Hotels LegianJadi, saya dan istri memutuskan memilih Tune Hotels ini dikarenakan ketertarikan konsep yang diberikan. Terus terang ini adalah pertama kali saya tahu dan kenal dengan Tune Hotels. Sebagai penyuka traveling sejak sekolah dulu, faktor biaya penginapan merupakan pilihan penting. Nah,konsep “Limited Service” Tune Hotels menjadikan faktor biaya bagi kita para traveler bisa di pangkas. Karena Tune Hotels memberikan pilihan dari konsep ini, misal nya : AC, Internet WiFi, Perlengkapan Mandi, Hair Dryer bahkan sekarang ada paket Sarapan Pagi. Pilihan pilihan tersebut merupakan add on atau fasilitas tambahan, dengan kata lain kalau ingin menggunakan fasilitas tersebut, baru kita akan dikenakan biaya tambahan. Jika tidak pakai, kita tidak perlu bayar.

Go GreenDengan konsep ” Bayar yang kita pakai ” ternyata ber-efek pula terhadap kelestarian Sumber Daya Alam, Istilah keren nya “Go Green”. Mengapa? paling gampang sih karena menghemat Listrik dengan tidak memakai AC dan Pengering rambut. Juga mengurangi efek rumah kaca dari panas yang dikeluarkan Air Conditioner. Untuk menjaga konsep ramah lingkungan ini, pihak Tune Hotels juga baru akan melakukan pembersihan kamar di hari ke 2 kita menginap. Waah..jadi kita sebagai traveler dan Tune Hotel ikut menjaga Bumi tercinta ini dong?bener bangeet…

Terus bagaimana pengalaman Yunan dan Istri selama di Tune Hotels Legian ?

Saya dengan ini memberikan RECOMMENDED HOTELS untuk tempat menginap di Bali khusus nya.Saya yakin banget, di Tune Hotels mana pun akan sama seperti di Legian ini. Apa yang menjadi konsep Tune Hotels dan apa yang diberikan melalui semua fasilitas kamar nya MANTAAAPP… 5 Alasan kenapa harus Tune Hotels ? simak nih dari Tune Hotels :

legian-pic03 legian-pic05 legian-pic07 legian-pic06 legian-pic09 Tune Hotels5 Alasan untuk memilih Tune Hotels

Kadang kala, yang Anda butuhkan dari sebuah hotel adalah pancuran air panas dan tidur nyenyak di malam hari. Itu lah sebabnya, jaringan hotel layanan terbatas kami menawarkan tempat tidur dengan harga terjangkau melalui peniadaan layanan ekstra yang biayanya sangat tinggi. Layanan ekstra tersebut seringkali tidak diperlukan sehingga tak perlu kita bayar, seperti layanan kolam renang, spa, sauna, dan juga layanan kamar.

  • Tempat tidur bintang-5
    Tempat tidur kami dilengkapi dengan bantal , sarung bantal, sprei dan selimut beralur 250, serta menggunakan kasur pegas berkualitas tinggi yang dibuat khusus dengan standar ketat oleh produsen yang melayani hotel bintang 5. Hal ini merupakan pengalaman bernilai yang tak terlupakan.
  • Pancuran air deras
    Setiap kamar dilengkapi dengan pancuran air panas bertekanan kuat. Jadi, walaupun Anda membayar harga kamar terendah pun, Anda tetap dapat menikmati mandi berkualitas tinggi dengan tingkat privasi maksimal.
    *Disediakan keset kaki dan tissue di setiap kamar mandi.
  • Strategis
    Semua hotel kami berada di lokasi startegis yang dekat dengan pusat perbelanjaan, lokasi wisata dan pusat bisnis. Di dalam setiap hotel dilengkapi dengan fasilitas seperti toko serba ada dan kedai yang menyediakan makanan dan minuman sebagai kemudahan fasilitas bagi Anda.
  • Lingkungan bersih
    Kami menyediakan layanan kebersihan harian untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman menginap yang bersih dan menyenangkan.Melalui konsep “Hanya bayar yang Anda pakai”, kami tidak saja membantu Anda menjaga kelestarian sumber daya alam tetapi juga menjaga pengeluaran Anda.
  • Keamanan 24-jam
    Kamar hotel hanya dapat diakses menggunakan kartu elektronik. Terdapat kamera CCTV di seluruh bagian hotel, petugas keamanan yang siap selama 24 jam, serta pintu lobi utama yang hanya dapat diakses menggunakan kartu elektronik setelah tengah malam. Dalam setiap kamar terdapat sebuah kotak penyimpanan besi.

 

Tenang aja deh, 5 alasan diatas bakal menjamin kenyamanan traveler dan wisatawan. Yang paling penting, budget kita bisa lebih hemat karena bisa disesuaikan dengan pilihan fasilitas dari Tune Hotels ini.

Saya dan istri total menginap di Tune Hotels selama 4 hari. Dan nanti bulan Oktober 2013, saya sudah booking kamar untuk 5 hari. Saya dan istri serta putri kecil kami tercinta Naura akan kembali menginap di Bali.Kali ini saya mendapatkan lokasi di Kuta dengan harga ga sampe 100 ribu rupiah per hari.Kok bisa murah sih ??? ini saya kasih tips, pesan lah kamar jauh jauh hari. Kalau bisa pilihlah weekdays  atau diluar hari besar.Ikuti newsletter via email atau Fans page nya Tune Hotels. Dijamin bakal sering dapat informasi promo dari hotel ini. Dijamin lagi kalau sudah pernah ke Tune Hotels, pasti lupa dengan hotel hotel lain.

Tune Hotels pilihan utama Yunan.Or.Id , bagaimana dengan anda ?

 

Traveling Bali part 3

Lanjutan dari Traveling Bali part 2 dan part 1 nih.

Melewati hari 1 dan 2 di Bali, pada hari ke-3 saya dan istri berencana pindah hotel. Saya pun searching hotel yang dekat dengan lokasi hotel sekarang. Dari banyak hotel yang ada, saya tertarik dengan salah satu hotel yang ber-konsep LIMITED SERVICE alias bayar yang kita pakai. Hotel tersebut adalah Tune Hotels yang terdapat di 2 lokasi, Kuta dan Legian (double six).

Tune Hotels LegianAkhirnya saya coba booking online, namun untuk lokasi Kuta sudah full. Tinggal lah Legian jadi pilihan, karena masih available. Saya dan istri pun langsung checkout dari hotel sekarang ini, menuju Tune Hotels Legian. Langsung ke CS untuk booking , bayar administrasi lalu check in.  mengenai Tune Hotels ini akan saya review di posting mendatang.*update post Tune Hotels di sini : Traveling Bali part 3a : Tune Hotels

GWKSelesai check in dan prepare ke TKP hari ini, yaitu Garuda Wisnu Kencana (GWK), saya dan istri langsung berangkat masih menggunakan motor sewaan kami kemarin. Perjalanan kami tempuh kurang lebih 1,5 jam. Dan baru tahu belakangan , ternyata jalur kami tersebut lebih jauh, karena memutar dan tidak melewati jalur biasa kebanyakan di tempuh oleh para wisatawan. Bagi saya sih nggak masalah, soalnya pemandangan menuju ke GWK keren dan ga rugi untuk di nikmati.

Sampai lokasi, kami langsung bayar tiket masuk di gerbang depan. Dari gerbang ini, masih lumayan jauh menuju area parkir motor, ya kurang lebih 1km an. Parkir masih lumayan sepi, jadi bebas pilih tempat hehehe..

GWKMasuk kawasan GWK, saya dan istri photo2 dulu di entrance. Kemudian mulai naik tangga menuju Patung badan Dewa Wisnu. Jadi ternyata di sini akan didirikan patung berukuran raksasa, yaitu Dewa Wisnu yang sedang menaiki Garuda. Dimana saat ini patung tersebut masih dalam potongan atau bagian bagian tersendiri. Kaki, tangan, badan dan kepala, garuda nya, semua masih terpisah lokasi nya. DImana bagian badan dan kepala Dewa Wisnu terdapat di puncak kawasan GWK ini.

GWK BaliSetelah ber foto2 ria, saya dan istri istirahat dulu di depan patung Dewa Wisnu ini, terdapat bangunan seperti pendopo, terdapat maket GWK dan teropong yang bisa di pakai untuk melihat Bali dari atas GWK. 15 menit istirahat, lanjut ke sebelah barat ke lokasi bagian patung garuda yang masih belum jadi. Kemudian turun lagi menuju lokasi yang berupa gunung kapur yang di bikin kotak kotak raksasa. Menjadikan taman GWK ini terlihat super keren, sekaligus sejuk karena dipenuhi rumput hijau dan penataan kawasan yang bagus.

Perjalanan menuju keluar lokasi taman GWK, melewati rumah cindera mata. Berbagai cinderamata dari GWK tersedia, mulai kaos, baju, sandal, patung, miniatur, dsb nya. Jam menunjukkan angka 13.30 , saat nya saya dan istri meninggalkan kawasan GWK menuju Kuta kembali. Perjalanan hari ke-3 ini sangat mengesankan, lokasi GWK yang di pegunungan membuat sejuk hati ini hehehe..

Masih ada cerita selanjutnya, tunggu postingan saya lagi ya ? see u later :)

**update part 4 : Traveling bali part 4 – end

Traveling Bali part 2

Nih lanjutan dari Traveling Bali part 1 kemarin.
Setelah melewati hari pertama dengan santai, saatnya mulai untuk meng-explore pulau Bali yang cantik ini. Jelas butuh kendaraan nih, motor menjadi pilihan saya dan istri. Karena ngga asik klo meski naik mobil atau travel. Akhirnya dapat juga sewa motor 50rb per hari, KTP di tinggal di persewaan, isi bensin full, and the journey begin :D

Tanah LotTujuan pertama menuju daerah barat utara (barat daya apa laut sih namanya ?hehehe..), yup menuju ke Tanah Lot. Berangkat dari hotel di kuta jam 7.30 , sampe di TKP sekitar jam 9.00 . Sempat berhenti di warnet karena bingung arah jalan, maklum Handphone saya saat itu masih blm Android yg bisa di install GPS hehehe.. Habis print peta, lanjut ke Tanah Lot. Sepanjang jalan seger banget, tanah sawah, ijoooo pohon2 nya.

Sampailah di Tanah Lot yang terkenal itu, menikmati mata air di bawah pura, photo2 di pinggir karang, sampai lihat Gua Ular di deket Pura. Abis gitu naik lagi ke taman di sekitar Pura Tanah Lot.Puas menikmati udara sejuk Tanah Lot, saatnya menuju ke TKP selanjutnya yaitu Ubud. Continue reading…

Traveling Bali part 1

travelSaya menikah pada Oktober 2010, tepatnya tanggal 10. Kebetulan saja dapat angka cantik 10.10.10 hehehe… Selang 2 hari , saya dan ‘mantan pacar saya’ liburan ke Bali. Ini bukan “hanimun” sih, karena memang tiket pesawat udah dapet sejak lama sebelum nikah, dan tidak ada rencana hanimun gitu hehehe.. Malah hampir saja ketinggalan pesawat, gara gara tiket tsb saya simpan tanpa lihat lagi jam keberangkatan. 30 menit sebelum batas waktu checkin baru ketahuan klo kita sudah telat walaaahhh…

Untung saja ada jalan tol Waru – Juanda , andKuta Sunsetai tidak ada jalan bebas hambatan tsb sudah dipastikan pesawat pergi tanpa kita :P. Saya dan  istri pun menjadi penumpang terakhir di pesawat , makasih pak pilot udah nungguin kita :). Sejam kemudian sampe di Ngurah Rai Airport, naik taksi minta anter ke Poppies Lane. Berangkat dari Surabaya jam 15.00 WIB , jalan bentar di Pantai Kuta sampai jam 18.30 WITA matahari masih aja ngintip.

Bisa dikatakan travelling kali ini merupakan yang ter-NGAWUR , udah tadinya mau ketinggalan pesawat, kali ini masalah hotel. Bingung mau nginep dimana ? Modal cuma sekedar baca2 di internet , kalo kawasan Poppies itu surga nya penginapan. Dan ternyata benar, tinggal pilih aja. Akhirnya kita nginep di salah satu hotel disitu. Mandi, makan, lanjut jalan ke pantai.

Hari pertama cuma segini aja cerita nya , lanjut hari kedua dan seterusnya ? tunggu aja cerita nya hehehe..

**Update cerita bagian 2 : Traveling Bali part 2