Category: teknologi

XL Gandeng Dimension Data untuk Standar Signaling Baru

JAKARTA – PT XL Axiata Tbk menandatangani kontrak kerjasama selama 4 tahun dengan Dimension Data senilai USD4,7 miliar, guna menerapkan solusi standar signaling baru berbasis IP Transport dan Signaling Standards SIP.

“Infrastruktur kami saat ini yang berbasis signaling TDM/SS7 merupakan solusi yang kurang efisien karena setiap operator memilih untuk menerapkan protokol signaling dengan cara mereka sendiri. Kami memerlukan solusi interkoneksi yang dapat melintasi ketidak kompabilitasan tersebut, dan memastikan penyampaian sinyal end-to-end dengan biaya yang efektif,” ujar Dian Siswarini, Direktur Layanan dan Teknologi, PT XL Axiata Tbk, Senin (19/10/2011).

“Dengan menyamakan IP sebagai Transport dan SIP Signaling Standards, XL akan mengurangi CAPEX (capital expenditure) dan OPEX (operation expenditure). Yang lebih penting, solusi baru akan secara signifikan meningkatkan waktu response,” ujar Bambang Patrap Yakin, Presiden Direktur, Dimension Data Indonesia.

Session Initiation Protocol (SIP) adalah protokol signaling yang biasa digunakan untuk menghubungkan antara dua atau lebih pihak menggunakan jaringan IP.

 Hal ini memungkinkan XL menghadirkan berbagai layanan yang inovatif termasuk voice-enriched e-commerce, web page click-to-dial, Instant Messaging dengan daftar teman, dan layanan IP Centrex.

“Solusi Acme Packet Session Border Control memberikan perusahaan telekomunikasi seperti XL berkemampuan menghadirkan konektivitas berbiaya rendah yang diperlukan pelanggan tanpa khawatir terkena sanksi biaya manajemen yang terkait dengan teknologi sebelumnya seperti pengiriman sinyal TDM/SS7,” ujar Patrap.
 
Solusi Converged Communication dari Dimension Data akan memungkinkan XL untuk fokus memberikan layanan bernilai tambah kepada pelanggannya tanpa perlu memikirkan masalah konektivitas terkait pasar yang terus berkembang. (tyo)

Kaspersky & Microsoft Tumbangkan Botnet Hlux

JAKARTA –  Kaspersky Lab, Microsoft and Kyrus Tech telah berhasil bekerja sama dalam mematikan botnet Kelihos, yang dideteksi oleh Kaspersky Lab bernama Hlux.

Kelihos digunakan untuk mengirimkan miliaran pesan spam, mencuri data pribadi, melakukan serangan DDos dan banyak kejahatan lainnya, menggunakan kurang lebih 40 ribu komputer.

Microsoft juga telah mengambil tindakan hukum terhadap 24 orang yang berhubungan dengan infrastruktur dibelakang botnet dalam kasus perdata yang memungkinkan penutupan domain yang digunakan untuk komando dan kontrol botnet.

Kaspersky Lab berperan penting dalam penutupan botnet, melacak sejak awal tahun 2011, ketika mulai bekerja sama dengan Microsoft menangani Kelihos, termasuk berbagi sistem pelacakan botnet secara live dengan perusahaan AS.

“Kaspersky Lab memainkan peran penting dalam operasi ini dengan menyediakan kami wawasan yang unik dan mendalam berdasarkan analisis teknis mereka dan pemahaman tentang botnet Kelihos,” terang Richard Boscovich, pengacara senior bersama dengan Microsoft Digital Crimes Unit, seperti dilansir melalui keterangan resminya, Minggu (16/10/2011).

Kelihos adalah botnet peer-to-peer. Botnet ini terdiri dari lapisan berbagai jenis node: controller, router dan pekerja. Controller adalah mesin yang diasumsikan dioperasikan oleh kelompok dibelakang botnet.

Mereka mendistribusikan perintah ke bot dan mengawasi struktur dinamis jaringan peer-to-peer. Router adalah mesin terinfeksi dengan alamat IP publik.

Mereka menjalankan bot untuk mengirimkan spam, mengumpulkan alamat email, melacak informasi pengguna dari lalu lintas jaringan. (tyo)

Google Buzz Akhirnya Ditutup

CALIFORNIA – Bagi Anda pengguna Google Buzz, mulailah untuk ucapkan selamat tinggal pada aplikasi buatan Google tersebut. Google dipastikan akan menghilangkan layanan tersebut.

Seperti dilansir Pc World, Sabtu (15/10/2011), Google Buzz yang diluncurkan pada Februari 2010, awalnya diciptakan untuk menyaingi kesuksesan Twitter. Fungsinya pun tidak jauh berbeda, Anda dapat berbagi status, foto, video dan link dengan teman-teman melalui akun Gmail Anda.

Sayangnya, Google Buzz ini menjadi mimpi buruk bagi Google. Secara dafault, Google Buzz menampilkan seluruh kontak pemilik email pengguna, sehingga orang asing dapat melihat kontak yang telah terhubung dengan pengguna Buzz.

Meskipun Google telah meminta maaf, tapi reputasinya terlanjur rusak. Kegagalan Google tersebut bahkan menuai protes dari Komisi Komunikasi Federal, yang mengharuskan Google memperbaiki masalah privasi pengguna.

Bahkan jika privasi dari Buzz ini tidak bermasalah, mungkin tidak akan terlalu menarik minat, mengingat aplikasi ini hampir sama dengan Facebook dan Twitter.

Google juga akan menghilangkan beberapa proyeknya selain Google Buzz, yaitu iGoogle dan Jaiku, layanan serupa Twitter yang diakuisisi Google pada tahun 2007. Layanan-layanan itu akan ditutup pada 15 Januari, sedangkan Google Buzz akan hilang beberapa minggu lagi. (tyo)