Category: teknologi

Apa kabar nya HP China ?

GadgetsWah sudah lama sekali tidak mendengar kabar handphone lokal alias hp china yang dulu sempat rutin saya update di blog ini. Mulai dari awal punya gadget china merek SPC, Beyond, IMO, dsb nya. Mungkin saat itu memang booming hp hp keluaran china dengan harga yang miring.

Nowadays alias sekarang ini sepertinya banyak sekali merek merek ponsel china yang sudah tidak kelihatan lagi di pasaran. Istilahnya rontok dalam berjuang di persaingan gadget indonesia. Mungkin karena terlalu banyak vendor yang mengluarkan macem macem china phone, menyebabkan konsumsi telepon genggam di indonesia semakin bersaing. Otomatis vendor yang mempunyai produk bagus dan sysytem marketing yang handal lah yang masih bisa bertahan sampai saat ini.

Sebut saja merek seperti Beyond, Cross, IMO saat ini masih bisa banyak ditemui produknya. Dan sepertinya terjadi perubahan arah sysytem operasi pada produk prodyk mereka. Sperti kita tahu, Android mulai menyebar bak virus di Indonesia khusus nya. Semua merek ponsel hampir pasti mengeluarkan gadget baru mereka dengan system operasi android.

Tentu saja hal ini makin menguntung kan bagi konsumen. Dengan banyaknya produk terbaru dengan system modern, makin membuat konsumen belajar keluar dari pakem gadget “kuno”.

Saya sudah kangen ngoprek gadget gadget yang beredar di indonesia lagi nih, kapan ya bisa mulai lagi hehehe…we will see later :P

Fosil Koleksi Darwin Jadi Kunci Teori Evolusi

LONDON – Selama 160 tahun, fosil yang dikumpulkan Charles Darwin semasa remaja dilupakan begitu saja dalam lemari berdebu. Penemuan kembali koleksi fosil tersebut membuka kemungkinan baru teori evolusi.

Fosil-fosil itu dikumpulkan pada 1830 di wilayah Amerika Selatan. Saat itu Darwin sedang dalam perjalanan laut selama lima tahun bersama kapal HMS Beagle. Demikian diwartakan Dailymail, Senin (23/1/2012).

Para ahli berpendapat, penemuan tersebut menyinari harapan baru pada periode pembentukan diri Darwin, yang pelajaran tentang tumbuhan dan kehidupan liarnya menjadi pondasi teori evolusi.

Fosil-fosil tersebut ditemukan Howard Falcon-Lang dalam keadaan di-press dengan rapi dalam bentuk slide, dan beberapa di antaranya nampak memiliki tanda tangan Darwin. Paleontolog di Royal Halloway, University of London tersebut, menemukannya di ruang penyimpanan British Geological Survey, Nottinghamshire di sebuah lemari tua yang berlabel ‘unregistered fossil plant’.

“Saya mudah tergoda misteri, jadi saya buka satu laci tersebut. Isinya membuat saya sangat terkejut! Di dalam laci itu ada ratusan slide kaca yang indah, dan ada label ‘C. Darwin Esq’ pada benda pertama yang saya ambil,” terang Falcon-Lang.

“Ini adalah gambaran mengagumkan tentang masa Darwin berkarya. Ini adalah periode paling menarik dalam sejarah sains, tentang bagaimana terbentuknya pemikiran seseorang yang mengembangkan teori evolusi dan kemudian mengubah dunia,” tambahnya.

Sejumlah 314 slide yang ditemukan Falcon-Lang termasuk tanaman berusia 40 juta tahun, berasal dari sebuah pulau terpencil di lepas pantai Chile. Slide lainnya menunjukkan jamur pohon berukuran besar yang menyelimuti Bumi pada masa 400 juta tahun lalu, ketika iklim sangat panas dan bahkan kutub tidak memiliki es. (tyo)

Sistem Operasi BlankOn Pattimura Diluncurkan

MALANG, KOMPAS.com – Semangat nasionalisme juga merembet ke lingkungan aktivis pembuatan sistem operasi. Versi Pattimura atau versi 7.0 sistem operasi buatan anak negeri yang bernama BlankOn, diluncurkan secara resmi oleh para aktivisnya yang tergabung dalam Yayasan Penggerak Linux Indonesia, hari Rabu, 17 Agustus 2011 pukul 10.00.

Fajar Rizqi Putra, aktivis organisasi UINBuntu, mitra Komunitas Linux Arek Malang berafiliasi ke YPLI menjelaskan itu di Malang, Rabu (17/8/2011). 

Peluncuran Pattimura, katanya, merupakan tahapan lanjut dari proyek besar penciptaan sistem operasi yang bebas digunakan oleh masyarakat luas di Indonesia, yang disebut BlankOn.

Sistem operasi ini dibangun dalam ekosistem kode sumber terbuka (open source ) dunia yang Linux yang telah dikenal. BlankOn telah kian disempurnakan pada versi 7.0 atau Pattimura ini, dan didesain sepenuhnya untuk kebutuhan pengguna Indonesia. Menurut Putra, Blankon disusun secara kolektif oleh para aktivisnya dengan cara saling menyusun, mengoreksi dan memperbaiki dan lalu dikumpulkan secara online.

Para aktivisnya bahkan belum tentu kenal satu sama lain, hanya bertemu dalam forum mailing list. Masing-masing mengerjakan tugasnya atau minatnya, lalu terus menerus mengumpulkan hasilnya secara online, hingga akhirnya Blankon terbentuk, dan diperbaiki sampai terakhir versi ini, katanya.

Nama sistem operasi hasil kerja para pengguna dan patriot Linux Indonesia dipilih bernama blankon, dari kata blank dan on . Artinya, dari semula tidak ada atau blank menjadi ada atau on . Blankon juga bisa diasosiasikan sebagai penutup kepala orang Jawa, lambang kehormatan, sehingga Blankon bisa disebut cara bagi jagad komunikasi dan informasi nasional kini memiliki dan membuat sistem operasinya sendiri.

Balnkon dengan Pattimuranya bebas diunduh dan digunakan tanpa membayar apap un. Bahkan penggunanya boleh mengkomersialkan, membuat buku, menjual jasa install blankon tanpa harus membayar apapun. Pengguna blanko n hanya diminta memberi sumbangan melalui forum yang sudah dibuat.

Blankon 7.0 atau Pattimura ini menarik, karena kini bahkan sudah dilengkapi aksara daerah tujuh suku di Indonesia, yakni aks ara Bugis, Batak Toba, Bali, Sunda dan Rejang serta tentu huruf Jawa. Fiturnya telah kian lengkap dengan adanya kamus stardict , browser web chromium 1.5, pemutar lagu exail , album foto shotwell dan aneka fitur lain.

Manfaat terpenting tentu tetaplah perihal legalitas. Artinya pengguna komputer bisa menghilangkan kebiasaan me masang software ilegal, karena Blankon tersedia gratis, kata Putra. Penampilan blankon di komputer sudah tak beda dengan sofware sistem operasi berbayar yang selama ini ada.